Cahaya Ilmu di Tengah Kegelapan Zaman

Bagikan Keteman :

Andik Irawan, Anggota Da’i Kamtibmas Polres Gresik


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah ﷻ, yang dengan cahaya ilmu-Nya menerangi hati hamba-hamba-Nya dari kegelapan kebodohan menuju sinar petunjuk.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, sang pembawa cahaya (an-nur), yang menuntun manusia dari gelapnya jahiliyah menuju terang benderang iman dan ilmu.


🌅 Zaman yang Penuh Cahaya Semu

Hadirin yang dirahmati Allah,
Kita hidup di zaman yang penuh “cahaya semu”.
Lampu-lampu kota menyala terang, teknologi canggih, informasi mengalir deras, tapi…
banyak hati yang gelap, banyak pikiran yang bingung, dan banyak jiwa yang kosong.

Mengapa?
Karena ilmu yang menerangi dunia tidak diimbangi dengan iman yang menerangi hati.
Manusia tahu banyak hal, tapi lupa arah hidupnya.
Tahu apa itu dosa, tapi tak takut melakukannya.
Inilah kegelapan zaman modern — gelap bukan karena malam, tapi karena hati yang jauh dari cahaya ilmu yang hakiki.


📖 Ilmu Adalah Cahaya dari Allah

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim)

Artinya, ilmu bukan hanya untuk dunia, tapi jalan menuju surga.
Ilmu yang sejati bukan hanya menghitung angka, menguasai teknologi, atau memahami hukum-hukum dunia,
tetapi ilmu yang menghubungkan kita kepada Sang Pencipta.

Allah ﷻ berfirman:

“Allah adalah cahaya langit dan bumi.”
(QS. An-Nur: 35)

Maka setiap ilmu yang menuntun manusia mengenal Allah, menumbuhkan akhlak, dan menegakkan kebenaran — itulah cahaya ilmu yang menerangi hidup.


🌾 Cahaya Ilmu Menuntun Langkah

Saudaraku,
Tanpa ilmu, manusia seperti berjalan di malam gelap tanpa lampu.
Ia bisa tersesat, jatuh, atau menabrak bahaya.
Begitu pula kehidupan — tanpa ilmu agama, tanpa ilmu akhlak, manusia akan terjerumus dalam dosa dan kebodohan.

Cahaya ilmu menuntun langkah kita:

  • Dari salah menuju benar,
  • Dari gelisah menuju tenang,
  • Dari maksiat menuju taubat,
  • Dari ego menuju tawadhu.

Ilmu membuat manusia tahu siapa dirinya, tahu siapa Tuhannya, dan tahu untuk apa ia hidup.
Itulah fungsi utama ilmu: menuntun hati, bukan hanya mengisi otak.


🕊️ Kegelapan Zaman: Saat Ilmu Tidak Diamalkan

Namun sayang, banyak manusia berilmu, tapi tidak mengambil cahaya dari ilmunya.
Ilmu hanya menjadi kebanggaan, bukan pedoman.
Padahal Rasulullah ﷺ berdoa:

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat.”
(HR. Muslim)

Ilmu yang tidak membawa amal ibarat pelita tanpa minyak — terang sebentar, lalu padam.
Itulah sebabnya, orang berilmu tapi tidak bertakwa justru lebih berbahaya daripada orang bodoh.
Karena ilmunya bisa digunakan untuk menipu, menzalimi, dan merusak tatanan masyarakat.


⚖️ Ilmu dan Kamtibmas: Dua Cahaya untuk Negeri

Sebagai Da’i Kamtibmas, kita memahami bahwa ilmu adalah benteng keamanan masyarakat.
Masyarakat yang berilmu, beradab, dan beriman akan terhindar dari pelanggaran hukum, dari kejahatan, dan dari perpecahan.

Karena itu, menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat, tapi juga tugas moral setiap insan berilmu.

  • Dengan ilmu agama, masyarakat tahu mana halal dan haram.
  • Dengan ilmu sosial, masyarakat tahu cara hidup damai dan saling menghormati.
  • Dengan ilmu hukum, masyarakat tahu batas-batas keadilan.

Semua itu menyatu dalam cahaya ilmu yang menuntun kita menuju masyarakat yang aman, damai, dan bermartabat.


🌼 Cahaya Ilmu Menghidupkan Hati

Dikisahkan, Imam Al-Ghazali pernah ditanya muridnya,
“Wahai guru, apa tanda orang yang telah mendapatkan ilmu yang bermanfaat?”

Beliau menjawab,

“Tandanya tiga: hatinya lembut, amalnya meningkat, dan lisannya sedikit membicarakan dunia.”

Subhanallah…
Inilah bukti bahwa ilmu sejati bukan banyaknya kata, tapi tenangnya hati dan indahnya amal.

Jika ilmu membuat kita sombong, marah, atau saling menjatuhkan, itu bukan cahaya ilmu — itu hanya bayangan pengetahuan.
Tapi jika ilmu membuat kita tunduk, sabar, dan berbuat baik, maka itulah nur ilmu yang bersinar di hati.


🌺 Penutup: Jadilah Cahaya di Tengah Gelapnya Zaman

Hadirin yang dimuliakan Allah,
Di tengah zaman yang penuh kebingungan,
mari kita menjadi bagian dari cahaya, bukan bagian dari kegelapan.

Jadilah orang berilmu yang rendah hati,
menyebarkan kedamaian, bukan perpecahan,
mengajarkan kebaikan, bukan kebencian.

🌿 “Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, maka Allah akan memberinya pemahaman dalam agama.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Mari terus menimba ilmu, mengamalkannya, dan menebarkan cahayanya.
Karena ilmu adalah pelita hati, dan dengan cahaya itu,
kita bisa menuntun diri, keluarga, dan masyarakat menuju ridha Allah ﷻ.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Related posts

Leave a Comment